Tampilkan postingan dengan label Adinda Sari Putri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adinda Sari Putri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2011

Saya & Museum Fatahillah/Museum Sejarah Jakarta.



Taman Fatahillah, berada persis di depan Museum Fatahillah.
Kamis, Tanggal 02 Juni 2011, Siang hari. Saya berjalan kearah utara dari stasiun kota sekitar 300 meter atau kira-kira 5 menit naik mobil, menuju Museum Sejarah Jakarta atau sering disebut Museum Fatahillah. Di daerah tersebut juga terdapat lapangan yang luas yaitu Taman Fatahillah, sebuah alun-alun besar yang dikelilingi bangunan tua bersejarah. Berlokasi di kawasan bersejarah Taman Fatahillah Jakarta Kota, Museum Fatahillah diresmikan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 30 Maret 1974. Bangunan bergaya arsitetur kuno abad-17 menempati areal tanah ribuan meter persegi. Dahulu museum ini bernama Stadhuis atau Stadhuisplein, digunakan sebagai Balai Kota, pusat pemerintahan Belanda saat berkuasa di Indonesia. Di bagian dalam museum ini, ditampilkan sejarah Jakarta dari masa ke masa, selain itu juga dipamerkan hasil penggalian arkeologi, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Padjajaran. Museum ini juga terkenal memiliki koleksi yang tak ternilai harganya, yaitu barang antik abad ke-17 dan 19, yang mencerminkan perpaduan gaya Eropa, Cina dan Indonesia, gaya hidup masyarakat Batavia waktu itu.
Tempat lampu (terbuat dari Kuningan)

Senjata VOC.

Tempat Tidur zaman VOC.




tempat Eksekusi Hukuman Mati.
 
Museum ini menampilkan keramik, gerabah hingga batu prasasti. Koleksi lainnya adalah logam zaman VOC, aneka dacin / timbangan, perabotan rumah tangga antik dari abad 17-19, benda-benda arkeologi dari masa pra-sejarah, masa Hindu Budha hingga masa Islam, meriam kuno serta bendera dari zaman Fatahillah. Juga terdapat lukisan-lukisan karya Raden Saleh, koleksi benda budaya masyarakat Betawi yang diketahui adalah merupakan masyarakat pemula yang bermukim di Jakarta. Perbendaharaannya mencapai jumlah 23.500 buah berasal dari warisan Museum Jakarta Lama (Oud Batavia Museum), hasil upaya pengadaan Pemerintah DKI Jakarta dan sumbangan perorangan maupun institusi. Terdiri atas ragam bahan material baik yang sejenis maupun campuran, meliputi logam, batu, kayu, kaca, kristal, gerabah, keramik, porselen, kain, kulit, kertas dan tulang. Di antara koleksi yang patut diketahui masyarakat adalah Meriam si Jagur, sketsel, patung Hermes, pedang eksekusi, lemari arsip, lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda tahun 1602-1942, meja bulat tanpa sambungan, peralatan masyarakat prasejarah, prasasti dan senjata. Koleksi yang dipamerkan berjumlah lebih dari 500 buah, yang lainnya disimpan di storage (ruang penyimpanan). Umur koleksi ada yang mencapai lebih 1.500 tahun khususnya koleksi peralatan hidup masyarakat prasejarah seperti kapak batu, beliung persegi, kendi gerabah. Koleksi warisan Museum Jakarta Lama berasal dari abad ke-18 dan 19 seperti kursi, meja, lemari arsip, tempat tidur dan senjata. Secara berkala dilakukan rotasi sehingga semua koleksi dapat dinikmati pengunjung. Untuk memperkaya perbendaharaan koleksi museum membuka kesempatan kepada masyarakat perorangan maupun institusi meminjamkan atau menyumbangkan koleksinya kepada Museum Sejarah Jakarta.
Model baju Pengantin Betawi.
Busana Tradisional suku Badui.

Dapur Tradisional Sunda.

Terowongan Prasasti.

Gubernur.
Koleksi-koleksi ini tersimpan di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.
Di lantai atas, terdapat jendela besar yang menghadap ke halaman depan yang luas, yang dulu merupakan alun2. Di samping jendela terdapat tulisan yang menceritakan, bahwa melalui jendela inilah para pimpinan Belanda memberikan perintah untuk menjalankan hukuman mati yang dilaksanakan di tengah2 alun2 tersebut. Wah merinding juga membayangkannya... Dari salah satu ruangan, saya melihat tangga menuju menara, sayangnya tertutup, tidak dibuka untuk umum. Padahal saya ingin sekali melihat pemandangan Jakarta dari menara di atas sana.
Jalan menuju Menara.
Taman Halaman Belakang.
Di halaman belakang terdapat meriam si Jagur yang dianggap keramat. Di sini juga terdapat patung Dewa Hermes, yaitu anak dewa Zeus dalam mitologi Yunani. Merupakan dewa kerumunan orang, perdagangan, penemuan baru dan atlet. Patung perunggu ini berbentuk seorang pria sedang berlari, bertumpu pada salah satu kaki bersayapnya, membawa tongkat bersayap yang dililit oleh 2 ekor ular. Patung ini sebelumnya diletakkan di jembatan Harmoni, namun karena sering dirusak oleh tangan yang tidak bertanggungjawab, akhirnya dipindahkan ke museum ini.
HERMES.
Nah dari halaman belakang, saya menuju ruang penjara bawah tanah yang sering dikenal angker. Di penjara ini terdapat bola2 besi yang biasanya diikat ke pergelangan kaki para tahanan. Ruangan penjaranya sempit dan pengap, mungkin di malam hari terasa angkernya. Saya pernah mendengar ada wisata kota tua malam hari, sangat menarik, mungkin suatu saat saya ingin mencobanya.
Terowongan penjara.
Penjara Bawah Tanah.

Di sebelah timur pintu utama Museum Fatahillah, terdapat sebuah kafe yang bernama Kafe Museum. Kafe ini merupakan sarana pelengkap dari Museum Fatahillah dengan memanfaatkan gedung tua yang berarsitektur kolonial dan penataan interiornya yang disesuaikan, dilengkapi dengan pernak-pernik yang mengingatkan kita pada masa kolonial. Yang menarik dari kafe ini adalah daftar menu makanan yang bernuansa Betawi tempo doeloe dipengaruhi beberapa budaya, seperti Cina, Arab, dan Belanda. Mulai dari Portuguese steak, ong tjai ing, kwee tiaw, tuna sandwich “van zeulen”, “east indies” chef’s, soup “Ali Martak”, sampai ikan bawal “si pitung” dan pisang goreng “Nyai Dasima” tersedia di kafe ini. Saya juga sempat mencoba makanan ditempat tersebut. Lumayan enak rasanya. walaupun tempat nya sedikit tua, rasanya tetap modern kok... Kafe ini pada saat-saat tertentu akan menyajikan traditional live music seperti tanjidor, orkes keroncong, gambang kromong, dan aneka tarian betawi, berikut kata pelayan kafe ini. 

Kamis, 26 Mei 2011

Guinea, Afrika Barat.

HALO! Kali ini saya akan membahas tentang negara di Afrika Barat.
Afrika Barat adalah sebuah wilayah di bagian barat Afrika.
Afrika Barat berbatasan dengan Samudra Atlantik di sebelah barat dan selatan, Gurun Sahara di utara, dan Gunung Kamerun hingga Danau Chad di timur.
Negara-negara yang termasuk dalam Afrika Barat adalah:
  • Benin
  • Burkina Faso
  • Gambia
  • Ghana
  • Guinea
  • Guinea Bissau
  • Liberia
  • Mali
  • Niger
  • Nigeria
  • Pantai Gading
  • Senegal
  • Sierra Leone
  • Togo
Islam adalah agama historis dominan interior Afrika Barat dan pantai barat benua, Kristen adalah agama dominan di bagian tengah dan selatan Nigeria, dan wilayah pesisir Ghana, dan unsur-unsur agama adat telah dijalankan di seluruh. Agama tradisional Afrika juga lazim. Seiring dengan migrasi bersejarah, budaya agama-agama ini telah menghubungkan orang-orang di Afrika Utara lebih banyak daripada mereka di daerah lain di Sub-Sahara Afrika. Secara tradisional, sejarah musik dan lisan yang disampaikan dari generasi ke generasi oleh Griots adalah khas budaya Afrika Barat. Fashion pun disin takmau kalah dari bagian afrika lainnya.

Saya akan membahas tentang negara Guinea. Guinea (ɡɪnea, secara resmi disebut Republik Guinea, bahasa Perancis: République de Guinée). Sebelumnya diketahui sebagai Guinea Prancis (bahasa Inggris: French Guinea), sekarang negeri ini kadang-kadang disebut Guinea-Conakry untuk membedakannya dengan tetangganya, Guinea-Bissau. Ibukota, pusat pemerintahan, dan kota terbesarnya adalah Conakry.
Guinea memiliki luas 246.000 kilometer persegi (94.981 mil persegi). Bentuknya seperti bulan sabit, dan batas barat dan selatannya adalah Samudera Atlantik. Guinea bertetanggaan dengan Sierra Leone, Liberia, dan Pantai Gading. Sungai Niger bermulai di Guinea dan terus hingga ke arah timur.
Guinea memiliki 24 suku etnis. Yang paling dominan adalah suku-suku Fula, Mandinka, dan Susu.
Ibu kota Guinea adalah Conarky. Lagu kebangsaaan nya “Liberte”. Negara ini ekspor terbesar bauksit.

Logo Negara Guinea.
Peta Negara.
Bendera Guinea.

Latar Belakang
Warga Negara Guinea.
Posisi Guinea sangat spektakuler. Negara ini memiliki beberapa hutan dunia yang tersisa kering tropis, dan hutan hujan yang tetap di selatan sangat subur dan hijau dan penuh dengan satwa liar. air terjun Fouta Djalon Dataran Tinggi di daerah Barat memiliki pemandangan yang menakjubkan dan salah satu tempat hiking terbaik di Afrika Barat. Guinea memang tidak memiliki banyak pantai, tetapi mereka memiliki yang sangat indah, dan sering sepi. Ini modal, Conarky, memiliki kehidupan malam yang semarak dan lebih aman daripada kebanyakan ibukota Afrika Barat lainnya.
tetapi negara Guinea menjadi salah satu termiskin di dunia.
Mali, Perumahan Guinea.
Tapi jangan salah... Guinea memiliki budaya yang sangat menarik. Di seluruh tempat ada tradisi kuat musik dan tari, dan pengunjung memiliki banyak kesempatan untuk melihat pertunjukan. Mereka telah berdiri bersama-sama melalui dekade sulit kemerdekaan bukan malah menyalahkan satu sama lain.



Guinea tidak siap untuk menjadi tempat pariwisata sebagai beberapa negara Afrika Barat lain, dan di luar ibukota nya banyak tempat yang tidak pantas untuk di kunjungi turis. tapi selama Anda siap untuk jalan-jalan melihat Afrika dan betapa indahnya, kunjungi Guinea bisa sangat bermanfaat.
faranah, tempat salah satu yang indah di Guinea.


Sumber daya alam di Guinea juga kia banyak tetapi warga masih berpengetahuan sedikit dalam hali itu, berikut kita bisa melihat proses kerja mereka mencari berlian...



Budaya & Pendidikan
Populasi Guinea terdiri dari sekitar 24 kelompok etnis. terdiri dari 40% dari populasi dan sebagian besar ditemukan di wilayah Jallon Futa. Para Mandinka, juga dikenal sebagai Mandingo atau Malinke, terdiri 25% dari populasi dan sebagian besar ditemukan di Guinea timur. The Soussou, terdiri dari 10%, yang terutama di daerah barat sekitar ibukota Conakry, Forécariah, dan Kindia. Kelompok etnis yang lebih kecil membentuk sisanya 10% dari populasi, termasuk Kpelle, Kissi, Zialo, Toma dan lain-lain. Non-Afrika total sekitar 10.000 (Eropa sebagian besar Lebanon, Perancis, dan lainnya). Untuk masalah pendidikan tingkat keinginan belajar Guinea adalah salah satu yang terendah di dunia: tahun 2003 diperkirakan hanya 29,5% orang dewasa yang melek huruf (42,6% pria dan 18,1% perempuan) Pendidikan dasar adalah wajib selama 8 tahun,. tapi kebanyakan anak tidak hadir begitu lama, dan banyak yang tidak bersekolah sama sekali. Pada tahun 1999, kehadiran sekolah dasar 40 percent. Anak-anak, khususnya anak perempuan, disimpan di luar sekolah dalam rangka untuk membantu orang tua mereka dengan pekerjaan domestik atau pertanian.

Masalah yang terungkap
Negara ini semakin hari semakin meningkat kejahatannya. Terutama di ibu kota negaranya, Conarky. Pemerkosaan dan Pemakain Narkoba sudah melejit. Pasukan militernya tidak sedikit tertuding masalah ini. Ada juga Kasus pertama HIV / AIDS yang dilaporkan pada tahun 1986. Meskipun tingkat AIDS secara signifikan lebih rendah daripada di beberapa negara Afrika lainnya, pada 2005, Guinea dianggap oleh Organisasi Kesehatan Dunia menghadapi epidemis umum.

Sebuah diperkirakan 170.000 orang dewasa dan anak-anak terinfeksi pada akhir tahun 2004. Penyebaran epidemi ini disebabkan faktor-faktor seperti kedekatan dengan negara-negara prevalensi tinggi, populasi pengungsi yang besar, perpindahan internal dan ketidakstabilan subregional.


Semoga Kebaikan & Keburukan negara ini dapat diambil oleh pembaca. Terima Kasih ;)

TOKOH SEJARAH DALAM KELUARGA.


Sumber sejarah saya adalah ayah saya sendiri yang bernama, Ir. Achmad Nawawi. Beliau lahir di Banjarmasin tanggal 5 maret 1952. Beliau sekarang adalah seorang Wirausaha. Beliau akan menceritakan sedikit tentang masa kecil nya yang berhubungan dengan kota asalnya itu. Saat masa itu beliau ini masih kecil, mungkin masih duduk di Sekolah Dasar tetapi pengingatan beliau masih sangat jernih sampai sekarang. Sehingga beliau dapat menjelaskan beberapa cerita masa lalu... Dahulu seingat beliau setelah Indonesia memerdekakan dirinya, Kalimantan dijadikan provinsi tersendiri dengan Gubernur Ir. Pangeran Muhammad Noor. Beliau juga pernah bercerita kalau di Kalimanatn Selatan juga diwarnai dengan terbentuknya organisasi ALRI di Mojokerto, Jawa Timur yang mempersatukan kekuatan dan pejuang asal Kalimantan yang berada di Jawa. Sewaktu beliau kecil beliau sering di suguhkan oleh masalah-masalah politik, mungkin karena kakek saya ingin ayah saya ini mengetahui hal-hal seperti itu kelak dan dapat membedakan mana yang baik dan benar.

Saat kembalinya Indonesia ke bentuk negara kesatuan, kehidupan pemerintahan di daerah juga mengalamai penataaan. Warga Kalimantan lebih terurus dan terorganisir. Di wilayah Kalimantan, penataan antara lain berupa pemecahan daerah Kalimantan menjadi 3 provinsi masing-masing Kalimantan Barat, Timur dan Selatan yang menurut sumber dituangkan dalam UU No.25 Tahun 1956. Sempat juga saat beliau masih balita sebagian besar daerah sebelah barat dan utara wilayah Kalimantan Selatan dijadikan Propinsi Kalimantan Tengah. Beberapa keluarga sempat mempermasalahkan hal itu, tapi keluarga ayah saya tidak, mereka dapat di bilang, warga negara yang mengikuti pemerintah & menjalani perintah mereka. Walapupum mememang, komentar-komentar dan cercaan bagi pemerintahpun sering di lontarkan oleh kakek saya. Wajar, menurut saya itulah warga negara yang baik, yang mengawasi kerja pemerintah tersebut. Menurut beliau, ada juga undang-undang yang memisahkan bagian utara dari daerah Kabupaten Kotabaru dan memasukkan wilayah itu ke dalam kekuasaan Provinsi Kalimantan Timur. Sejak saat itu Propinsi Kalimantan Selatan tidak lagi mengalami perubahan wilayah, dan tetap seperti adanya. Mungkin hanya itu yang bisa beliau ceritakan, beliau berkata bahwa perubahan wilayah-wilayah ini di karenakan Perjanjian Linggarjati yang isinya Kalimantan terpisah dari Republik Indonesia. Itulah yang mungkin menyebabkan Pemerintah susah untuk menempatkan Kalimantan secara pasti. Keraguan merekalah yang menyebabkan warga Kalimantan pernah berkonflik.

Waktu saya bertanya. Mengapa ayah tidak jadi politisi saja? Beliau langsung menjawab.. menjadi politisi itu gak gampang, banyak konsekuensinya, dan setiap mau tidur harus mikirin negara apalagi harus bekerja sama dengan politisi kita sekarang yang tidak jujur, susah itu nak…

Saya dan Keluarga (ki-ka: Kakak, Saya, Ibu & Ayah)

Dengan mewawancarai Ayah saya ini saya mengetahui bahwa penempatan wilayah sampai sekarang ini kronologi nya panjang, jadi pemerintah itu susahtidak gampang, jadi warga pun juga. Cara keluar yang paling tepat hanya satu.. Kita hanyaharus bekerja sama & selalu transparan. Bantu juga mereka untuk mewujudkan negeri yang di impikan, jika mereka melakukan kesalahan, tegur mereka. Karena itu bukan pekerjaan yang gampang. dan pelajaran yang bisa saya petik lagi adalah sejarah itu sangat penting, dari sejarah lah kita dapat belajar banyak hal. Sejarah adalah suatu titik dimana kita dapat mengambil buah pengalaman dari orang-orang terdahulu.



Tujuh-belas tahun. Penuh warna.

17 tahun hidup saya, bisa di bilang seperti judul di atas. Penuh warna. Berbagai keadaan dan situasi yang beraneka ragam sudah saya lewati yaitu masa kanak-kanak yang menyenangkan. Tapi bukan berarti sifat kekanak-kanakan saya pun sudah hilang, tapi pembelajaran-pembelajaran masa lalu cukup dapat mengajari saya maksud hidup. Dengan di takdirkan menjadi anak paling kecil bukan berarti saya terlahir menjadi anak yang manja, tapi jujur sifat keegoisme itu pasti ada, bagaimanapun itu harus kita akui tapi dengan umur saya yang 17 tahun ini. Saya mencoba dan belajar untuk lebih bersikap dewasa..

Pertama kali melihat dunia
Lomba Foto Zwitsal.
Adinda Sari Putri Nawawi datang ke dunia pada tanggal 9 januari 1994 di Jakarta, bertempat di RSPP. Dengan berat 3,6 kg. Kelahiran putri ke-3 (saya) membuat ibu saya merasa puas. Pertama, karena di karuniai 3 putri. Kedua, lahirnya bayi sehat. Memang saya lah yang paling banyak gizi (re: gendut) hehehe kehidupan saat saya bagi memang sangat di manjakan berhubung selang antara saya dan kakak saya berelang 6 tahun. “ibu kangen punya anak bayi lagi” itu lah yang paling saya ingat dari masa balita saya.


Balita (1 tahun) di Puncak.

Saya dan Kakak saya yang kedua, Dara Vidya Karina.

Solat Maghribu bersama ibu.
Naik kuda di bandung
Hm.. walaupun kata-kata itu masih sangat sering terdengar oleh telinga saya. Saat balita, saya pernah di tinggal ke luar negeri oleh keluarga, tapi mereka sangat sering menghubungi saya lewat telepon, walau hanya seminggu, anak berumur 4 tahun tidak akan sanggup menjalaninya. Maka dari itu orang tua saya menitipkan saya dengan tante. Sehingga hubungan kami dekat. Setelah pulang dari Amerika, rasanya saya tidak mau lagi pisah dengan ibu ayah dan kakak-kakak, biar di rumah tante saya sangat nyaman tapi rasanya beda sekali tidur di tengah orangtua saya, makan bersama mereka, dan pergi bertamasya.  “Family life was wonderful. The streets were bleak. The playgrounds were bleak. But home was always warm. My mother and father had a great relationship. I always felt 'safe' there.” Umur saya pun bertambah hari demi hari, ibu harus merelakan saya untuk sekolah TK, memang ibu
tidak memasukan saya ke Play Group. Dia lah yang mengajarkan saya membaca dan mengetahui
banyak hal. “Education, like neurosis, begins at home.”(Milton)  Dia lah pahlawan tanpa tanda jasa. Akhirnya.. saya di sekolahkan di TK Al-Azhar Jeruk Purut




Sekolah Dasar 
Dengan 2 kakak saya, Bunga Listya Prameswari & Dara Vidya Karina. 2002.

Keluarga. Madinah, 2002.
Dengan koala. Australia, 2002.
Shanghai, 2002.
Setelah sekolah TK di Al-Azhar Jeruk Purut, saya melanjutkan pendidikan Sekolah Dasar saya di Al-Azhar Syifa Budi atau lebih sering di dengar. Azka. 
Opera House, 2003.
Dengan 2 kakak saya. 2006.
Disana saya bertemu teman-teman yang menyenangkan dan seru, di SD lah saya banyak belajar, transisi dari masa kanak-kanak ke masa (sok) remaja. Dimana saya melihat teman-teman saya banyak yang sudah menyukai lawan jenis ha ha ha terkadang masa-masa itu membuat saya tertawa, mungkin bisa di bilang sekolah saya itu memiliki anak-anak yang borju tapi nyatanya sih tidak.. saya sering sekali jalan-jalan pakai bajaj dengan teman-teman. Berhubung lokasi sekolah saya itu di Kemang, kami sering sekali jalan-jalan di daerah sekolah. Teman-teman disana pun asyik & berbaur. Saat SD waktu bermain saya sangat leluasa. Tidak ada les yang setiap hari. Paling hanya les bahasa inggris yang mungkin Cuma 2 kali seminggu. Itu lah yang membuat saya senang saat SD. Tidak ada beban...




Sekolah Menengah Pertama
Pengumuman kelulusan bersama ibu.
Kehidupan SD yang ringan dan bisa di bilang banyak mainnya di banding belajar, membuat saya ‘belum siap’ dengan kesenioritasan di SMP, SMPI Al-Azhar II menyambut murid-murid baru dengan acara Masa Orientasi Murid, waktu itu kemandirian dan kerja sama sangat di uji, senioritas pun juga berlaku disana. Bukan dalam hal buruk, tapi dalam hal baik, ya untuk di maksudkan agar kami adik kelas lebih sopan dengan guru dan kakak kelas. Menurutsaya kehidupan SMP adalah masa paling transisi dimana anda saat SD masih memiliki sifat kekanak-kanakan tapi di SMP anda sudah harus menghilangkan sifat itu sedikit demi sedikit, sehingga jujur, saat SMP disanalah anda banyak bertemu masalah-masalah pada diri anda dan orang lain, kelabilan yang ada pada diri kitapun terlihat waktu itu. Tapi SMP sama sekali bukanlah waktu yang tidak menyenangkan, kehidupan SMP sangatlah bertolak belakang, pada saat itu saya dan teman-teman sering sekali bersenang-senang, di SMP juga saya menemukan apa arti sahabat itu, sahabat yang akan selalu ada saat susah ataupun senang. Kita bisa menilai sahabat bukan karena kita bisa berbagi kesenangan dengan mereka, tapi dengan kita bisa berbagi kesedihan dengan mereka, dan menurut saya pepatah itu bisa sekali di cocokan dengan 6 sahabat saya itu. Dalam hal pertemanan “Don’t talk behind your friend”s back” itu yang paling penting.. Walaupun saya memiliki sahabat, bukan berarti saya hanya bermain dengan mereka, saya juga sangat berbaur dengan satu angkatan. Di SMP kami sering sekali di uji dalam hal kekompakan angkatan, jadi kalau salah satu teman angkatan saya terkena masalah dengan kakak kelas, kami satu angkatan lah yang menyelesaikannya. “Friendship... is not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything.” (Muhammad ali)  Bukan untuk ikut campur, tapi kami peduli. 3 tahun saya bersama angkatan saya REVISTA, kenangan-kenangan yang indah sangat banyak yang sedihpun juga ada.

6 sahabat saya.
REVISTA.

Berpuluh-puluh acara kami lakukan bersama, sehingga susah bagi kami untuk pisah. Susah bagi kami memilih SMA karena jujur kami tidak mau pisah sekolah. Kerekatan antara anak cowok dan cewek membuat kami dekat dengan satu dan lainnya.. saat SMP saya memiliki salah satu waktu yang paling indah dalam hidup saya, saya pergi ke Eropa dengan keluarga, itu adalah mimpi saya dari dulu, saya selalu ingin pergi ke Paris, Italia dan Swiss, melihat pemandangan yang indah disana.. Eropa adalah tempat paling indah yang ada dunia, banyak sekali pengetahuan yang saya cari sebelum pergi kesana, saat itu saya ingin sekali pergi ke Eropa, dan akhirnya terwujud... “this is the sweetest and most glorious day that ever my eyes did see.” waktu itulah menurut saya, saya memiliki hidup yang sangat menyenangkan....  
Vollendam, 2007
Vatican, 2007.
Mount Titlis.


Sekolah Menengah Atas
NAWASTRA. Jogja.
XB.
SMA Labschool Kebayoran banyak sekali mengajarkan saya.. dalam bidang apapun, pertama kali saya menginjakan saya di sekolah ini, banyak sekali yang saya fikirkan, tapi setelah kurang lebih 2 tahun saya sekolah, banyak sekali maksud dan tujuan dari Labschool melakukan banyak hal yang mungkin bisa di bilang, pasti anak remaja seperti saya tidak suka. Kelas 1 di SMA Labsky, tidak susah bagi saya dalam mencari teman tapi beberapa bulan awal masuk SMA saya masih sangat dekat dengan teman SMP jadi masa-masa itu membuat saya tidak mau SMA, mungkin karena saya belum mendapatkan sahabat seperti di SMP, kurang masuk logika juga kalau baru masuk SMA saya sudah menemukan sahabat yang di SMP saya harus berkutat 3 tahun dahulu.. kelas 1 dimana kami banyak sekali belajar akademik dan non-akademik, dalam hal akademik Labsky terkenal dengan sekolah yang ter-akreditasi A sehingga kurikulum nya pun susah, dalam non-akademik kami juga di padatkan dengan acara-acara kemandirian dll. Saat kelas 1 saya sangat santai benar-benar kurang sekali memikirkan sekolah, tidak seperti teman-teman saya yang sangat berencana untuk masuk IPA melainkan saya yang lebih memikiran non-akademik. Ketidak stlabilan saya saat SMP dulu, masih saya bawa sampai SMA, disanalah saya bisa melihat sisi yang baik dan tidak. Disanalah saya bisa membedakannya, disanalah saya tau bagaimana cara orang memandang orang lain. Bisa di bilang, saya sangat beruntung masuk ke sekolah ini, sekarang saya berfikir lebih luas dan lebih dewasa. Lalu dalam hal akademik, saya memang bisa di bilang santai sampai akhirnya saat ujian akhir sekolah saya benar-benar keteteran tetapi itu tidak menghalangi saya untuk berubah, akhirnya alhamdulilah saya masuk kelas IPA, awalnya saya tidak mau memilih IPA, karena jujur kelas 1 saya lemah di pelajaran-pelajaran itu, tapi karena dukungan dari orang tua & beberapa orang terdekat, saya memilih jurusan IPA. 

XI IPA 3.




OSIS Dranadaraka Wiraksaka.
Kelas 2 adalah kelas yang paling berat dan juga paling ringan, disini banyak sekali kegiatan yang saya jalani dalam hal ekstrakurikuler, les dan acara dengan teman-teman, NAWASTRA yang sering sekali membuat acara, menjadi hiburan bagi saya untuk melupakan hal pelajaran yang susah,  mengapa kelas 2 menurut saya paling ringan? Karena disinilah masa santai bagi NAWASTRA, dimana kelas 1 kami sibuk dengan kegitan non-akademik dan jurusan, kelas 3 kami akan sibuk dengan UAN dan kuliah. paling berat? karena saya harus berkutat dengan pelajaran yang saya benci, kesantaian dan kemalasan saya masih saya bawa sampai sekarang, itu yang membuat saya susah sekali mengikuti pelajaran ipa, tapi karena kesadaran dalam diri saya.. saya sadar bahwa ini lah jurusan yang saya pilih walaupun saya tidak suka saya harus jalani ini semua, memang tidak gampang mengubah itu semua.. tapi saya yakin saya bisa, saya bisa lebih rajin, saya bisa membuktikan kalau saya mampu.. hingga inilah tantangan berat saya.. “Defeat is not the worst of failures. Not to have tried is the true failure.” (George Edward) walaupun banyak waktu sulit saat SMA, SMA juga tempat saya bersenang-senang bersama teman, dengan mengikuti acara sekolah yang sering, NAWASTRA juga sering di uji kekompakannya, jadi susah bagi kami memungkiri itu semua, hingga makin hari kekompakan kami di bangun.. saya baru menjalani waktu 2 tahun kurang dalam SMA, impian saya untuk mengakhiri SMA adalah memiliki waktu lebih banyak dengan teman-teman, hasil kelulusan yang memuaskan dan semoga kelas 3 akan menjadi setahun yang sangat menyenangkan..


Masa Depan
Jujur saya adalah orang yang sangat merencanakan sesuatu dengan detail, terkadang memang ini tidak bagus, tapi saya adalah tipe orang yang sangat khawatir dengan masa depan saya. Yang ada di fikiran saya hanya “bagaiman kalau nanti saya tidak sukses dan tidak membanggakan orang tua saya?” memang hidup harus di jalani dengan santai tapi juga perhatian dalam hal yang vital, memang bisa stress kalau kita memikirkan hal yang sama, tapi kita juga tidak berusaha, tapi itu bukanlah persepsi saya, menurut saya, saya tidak akan mengikuti kemana jalur air sungai itu, tapi saya yang akan membuat jalurnya. “In order to succeed, your desire for success should be greater than your fear of failure.” (Bill Cosby) Saya adalah orang yang memiliki banyak rencana, apalagi dalam hal kuliah, dulu jurusan yang saya inginkan sampai 5 atau lebih, dengan waktu berjalan saya memilih apa yang saya suka dan saya yakin saya mampu dalam bidang itu.. “Don't aim for success if you want it; just do what you love and believe in, and it will come naturally.”(David Frost)
Akhirnya saya ingin sekali kuliah di luar, insyaAllah bila semua faktor mendukung. Memang biaya kesana tidak sedikit, tapi inilah yang saya  mau, dan saya akan membuktikan kepada orang tua saya, kalau saya bisa dan akan membawa pulang gelar yang saya miliki dalam waktu yang sudah di rencanakan. “Both my mother and father were very supportive of any career move any of us wanted to make”(James Gond)
Setelah kuliah saya memiliki mimpi untuk menjadi wanita karier yang sukses dan memiliki uang banyak hehehe dan insyaAllah bisa tinggal di luar negeri. (re: Manhattan, New York) seberapa pun susah dan sibuk, bila saya bekerja dalam bidang saya nanti, saya tidak keberatan walaupun nantinya saya juga pasti mengeluh, saya juga bukan tipe orang yang memikirkan umur berapa saya akan menikah tapi yang saya inginkan hanya menikah dengan orang yang benar dan memiliki keluarga yang bahagia... :)
Manhattan, New York.